Deskripsi Masalah :
Seorang istri mempunyai suami yang melancong ke irak beberapa hari
kemudian suami kirim SMS pada istrinya( eson nellak be’na lek ).
Pertanyaan:
1. Bagaimana hukum
tolak dengan cara seperti itu (via SMS) ?
2. Sahkah suami
tersebut ruju’ pakai SMS juga ?
Jawab : Ditafsil :
-
Jika diwaktu menulis SMS tidak diniatkan talak dan
tidak dilafalkan, maka tidak jatuh
talaknya
- Tetapi jika diwaktu menulis SMS diniatkan talak atau
melafalkan tulisan talak di SMS tersebut, maka jatuhlah talaknya karena tulisan
itu merupakan kinayah.
Keterangan dari : I’anatut Tholibin Juz 4 hal : 16
﴿ فرع ﴾ لو كتب صريحطلاق او كنايةً ولم ينو ايقاعَ الطلاق فلغوٌ
مالم يتلفظ حال الكتابة او بعدها بصريحِ ما كتبه
﴿
قوله فرع﴾ أي فى بيان أن الكتابة كنايةٌ سواء صدرتْمن ناطق
او من أخرسَفاِن نوى بها الطلاقَ وقع لانها طريقٌ فى اِفهام المراد كالعبارة
-
Cabang)
Apabila seseorang menulis kata talaksharih (terang-terangan) dan talakkinayah (sindiran) tanpa niat menjatuhkan talak, maka tulisan tersebut tidak berpengaruh (
terhadap jatuhnya talak) selama tidak melafalkan kata
talak ketika dia menulis atau setelahnya.
- ( kata cabang)
Maksudnya menjelaskan bahwa tulisan itu adalah kinayah
(sindiran), baik keluar dari orang yang bisa berucap atau tidak. Apabila itu diniati talak,
maka jatuh talaknya karena tulisan merupakan cara untuk memberikan pemahaman apa yang
dimaksud sehingga disamakan dengan ucapan.
3. ﴿ فرع ﴾ لو كتب صريحطلاق او كنايةً
ولم ينو ايقاعَ الطلاق فلغوٌ مالم يتلفظ حال الكتابة او بعدها بصريحِ ما كتبه
﴿ قوله فرع﴾ أي فى بيان أن الكتابة كنايةٌ سواء صدرتْ من ناطق او من أخرسَفاِن
نوى بها الطلاقَ وقع لانها طريقٌ فى اِفهام المراد كالعبارة
No comments:
Post a Comment