Sulaiman
membersihkan najis di mushollah dengan cara najisnya dibuang terlebih dahulu, setelah
itu langsung di-mop dengan mop yang sudah dibasahi air (najisnya tanpa
disiram).
Pertanyaan : Sucikah najis yang
dibersihkan dengan cara seperti itu ?
Jawaban : Tidak bisa suci, karena
najisnya tidak dibasuh
Keterangan dari :
1. Tausyih ala Ibni Qosim hal.
39
2. Kasyifatus Syaja hal. 42
(وان
كانت النجاسة غيرمشاهدة)
أى غير محسوسة بالحاسة (وهي المسماة بالحكمية) كبول جف بحيث لو عصر لم ينفصل منه شئ مع عدم إدراك صفة له
إما لخفائها بالجفاف أو لكون المحل صقيلا لاتثبت عليه النجاسة كالمرأة والسيف
(فيكفى جري الماء على) المحل (المتنجس بها) أى الحكمية بنفسه وبغيره (ولو مرة
واحدة).{توشيخ على ابن قاسم ص:٣٩}
Artinya :
Apabila
najisnya tidak kelihatan, yakni tidak bisa diketahui dengan panca indra, yaitu
yang disebut dengan “Najis Hukmiyah”.
Seperti kencing yang sudah mengering sekiranya diperas tidak timbul sesuatu
darinya atau najis yang sifatnya tidak kelihatan dikarenakan sudah mengering
atau dikarenakan tempatnya licin yang najis tidak bisa menetap padanya seperti
kaca dan pedang, maka cukup mengalirkan air pada tempat yang terkena najis (
hukmiyah) dengan dirinya sendiri atau dg lainnya, walaupun dengan sekali
aliran.
(والحكمية
) ضابطها هى (التى لا لون ولاريح ولاطعم)كبول جف ولم تدرك له صفة (يكفيك جرى الماءعليها) اى سيلانه.
(كاشفةالشجا : ۴۲)
Artinya :
Yang
dinamakan najis hukmiyah ialah najis yang tidak kelihatan warna, bau dan
rasanya seperti kencing yang sudah kering dan tidak di ketahui sifatnya maka
cukup mengalirkan air saja najis tersebut.
No comments:
Post a Comment