Setelah seleksi lomba baca kitab
berakhir pada malam minggu, maka di Hari Minggu(07/04/13) siswa-siswi ICP
mengadakan lomba hasil khitobah(ver. Indonesia) yang rutin dilaksanakan pada
malam jum’at oleh masing-masing group.
Khitobah ini di bagi tiga dengan
Kelompok 1 Al-Maksum, Kelompok 2 Al-Burhan dan Kelompok 3 Al-Mansur. Dalam
lomba ini setiap team berusaha untuk menampilkan kreatif dan keaktifan
masing-masing anggotanya. Lomba ini juga dimeriahkan dengan hadirnya Mahasiswa
dari STIT Raden Santri Gresik Bawean yang ketepatan sedang menjalani PPL di Mts
Mambaul Falah.
Dalam lomba ini setiap group
diberi waktu maksimal 30 menit bagi group yang akan tampil untuk melakukan
persiapan, bagi kelompok lain diharuskan tetap berada di tempat dan tidak boleh
melakukan persiapan sediktpun, jika ada group yang anggotanya melanggar maka
group tersebut akan dieliminasi dengan durasi waktu 90 menit.
Setelah mengambil undian maka
untuk yang tampil pertama kali adalah kelompok 2 dengan judul “Hari Pernikahan”.
Acara berlangsung meriah ketika sang pengantin duduk berdua di kursi yang
disediakan.
Kemuadian dilanjutkan oleh
kelompok 3 dengan judul “Perpisahan siswa kelas 6”. Baru saja acara berlangsung
penonton sudah disuguhi dengan adegan yang membuat selurih juri dan audience tertawa terbahak-bahak.
Dan untuk yang terakhir adalah
kelompok 1 dengan tema”Peringatan Hari Sumpah Pemuda”. Tidak seperti kelompok
lain yang menyajikan berbagai hiburan, kelompok ini lebih mengutamakan isi dan
arti dari acara tersebut.
Jam 1.30 WIB seluruh acara
selesai dan siswa-siswi pulang ke Pondok untuk menunaikan kewajiban mereka
karena setelah Jama’ah Sholat Ashar nanti waktu yang ditunggu-tunggu.
Setelah jama’ah setiap anggota
group berkumpul di lingkungan belajar ICP untuk mendengarkan hasil kerja keras
mereka. Tak perlu untuk menunggu lama karena Ust.Ninwari selaku salah satu anggota
juri akan mengumumkan hasilnya.
Dengan berdebar-debar setiap
kelompok menanti siapa yang menjadi jawaranya. Akhirnya legalah hati kelompok 1
karena mereka keluar sebagai the best dari
yang lain dan disusul oleh kelompok 3 sebagai runner-up.
“Jika kalian membuat acara
seperti ini lihatlah siapa jurinya. Jika jurinya mahasiswa maka usahakan tema
yang mengarah kepada Perubahan dan Pendidikan, jika jurinya kyai maka tampilkan
sisi keagamaanya dan jika ibu-ibu maka budaya yang ditampilkan” begitulah pesan
beliau di akhir pengumuman kepada semua anggota group.
Tidak perlu kecewa bagi mereka
yang kurang berhasil, karena minggu(14/04/13) depan akan berjumpa di kompetisi
yang sama meski dalam Bahasa Inggris.
